• Culinary
  • Culture
  • Festival
  • Heritage
  • Human Interest
  • Follow us on Twitter

Jakarta Corners

Exploring Jakarta

  • Home
  • Author
    • Salman
    • Evi Indrawanto
    • Katerina
    • Dewi Rieka
    • Shintaries
  • About
  • Contact Page
You are here: Home / Heritage / Museum Nasional

Museum Nasional

September 1, 2025 by Dewi Rieka 1 Comment

Salah satu museum andalan Jakarta adalah Museum Nasional yang lebih dikenal dengan sebutan Museum Gajah. Museum ini menempati sebuah bangunan kuno terpelihara di Jalan Merdeka Barat No 12 Jakarta Pusat. Tak jauh dari Tugu Monas dan Istana Negara. Cikal-bakal museum ini adalah sebuah gedung yang didirikan tahun 1778.

Museum ini menarik minat anak-anakku untuk melongoknya. Maka, ketika berkesempatan ke Jakarta, kami mengunjunginya. Sayang disayang, museumnya tutup! Ya, ternyata seluruh museum di Indonesia tutup pada hari Senin. Jadilah, kami hanya sempat melihat-lihat patung gajah yang dipasang di depan gedung. Patung gajah dari perunggu ini adalah hadiah dari Raja Thailand pada tahun 1871. Beberapa replika arca juga dipajang di halaman bagian dalam museum.

Kunjungan kedua, akhirnya kami bisa masuk ke Museum Gajah. Tiket masuknya hanya Rp.2000 untuk anak-anak dan Rp.5000 untuk orang dewasa. Murah-meriah ya. Kita bisa menggunakan jasa pemandu wisata jika ingin menikmati koleksi museum ini lebih lengkap.

Menurut brosur yang aku baca, koleksi Museum Nasional terdiri dari benda-benda kuno dari seluruh Indonesia. Benda ini dikategorikan lagi menjadi koleksi etnografi, prasejarah, perunggu, keramik dan lainnya.

Memasuki pintu utama museum, kami langsung mendapatkan sebuah hall besar, dimana banyak arca asli terpajang. Anak-anak menatap takjub. dan membaca keterangan arca satu persatu. Ada arca Dewa Siwa, Dewa Wisnu. Ada patung Bhairawa yang merupakan patung tertinggi di museum, 400an cm!

Setelah berhasil menyeret anak-anak dari area arca, kami pun memasuki ruangan yang letaknya d bagian sayap kiri gedung. Sebuah lapangan rumput dimana arca-arca diletakkan dengan rapi. Anak-anakku membujuk ingin berfoto disana. Si kecil bahkan ingin dibacakan satu-persatu nama arca itu. Hehe. Ada ratusan, Nak! Bisa menginap kita disini.

Aku lalu mengajak mereka masuk ke ruangan pertama museum. Ternyata di dalamnya adalah ruangan berbagai jenis kain Nusantara dipajang. Menarik sekali. Mamaku yang pencinta kain antusias melihat satu persatu etalase kaca. Ada alat tenun tradisional seperti yang pernah kulihat di Desa Sade, Lombok.

Banyak sekali kain cantik Nusantara dipajang mulai dari kain songket Palembang, ulos batak hingga kain sutera Makassar. Yang menarik, dipajang pula baju dari kulit kayu. Wow. Bahkan ada koleksi kain Raden Ajeng Kartini dari abad 19.

Ruangan sebelahnya, hanya disekat lemari, ada ruangan bertema Thailand. Barang-barang di dalamnya beraneka ragam mulai dari pakaian adat, peralatan keramik, topeng dan lainnya.

Ruangan berikutnya adalah ruangan keramik dan gerabah. Disini kami tak henti-hentinya takjub. Bagaimana tidak, koleksinya cukup banyak dan komplet mewakili dinasti keramik Cina ini. Berbagai keramik cantik asal Cina dibagi menurut tahun pembuatannya. Selain keramik dari Cina, ada juga koleksi keramik dari Thailand, Jepang dan Vietnam.

Walau sama-sama terbuat dari keramik, model dan motif keramiknya berbeda-beda. Terlihat ciri-ciri pembuatannya pun berbeda tiap dinasti. Selain tahun pembuatannya, keramik juga dituliskan ditemukan di daerah mana. Guci, piring keramik, vas dan teko berbagai corak cantik berusia ratusan tahun memukau kami.

Setiap ruangan ditata apik koleksinya, pencahayaan terang dan ada beberapa ruangan yang berpendingin membuat museum ini tidak nampak menakutkan atau angker. Pengunjung nampak antusias banyak wisatawan loal maupun mancanegara berkunjung.

Kami terus menjelajah. Koleksi Museum Nasional ini lengkap. Ada ruangan berbagai jenis maket atau replika rumah adat, berbagai jenis baju adat dan pernak-pernik masing-masing daerah. Di pojok ruangan yang bertema Papua, ada patung Asmat yang luar biasa tinggi.

Kami lalu masuk ke bangunan Museum Nasional yang terbilang baru. Gedungnya besar dan memiliki lift. Disana ada beberapa lantai. Ada ruangan prasejarah yang memajang tengkorak manusia purba dan contoh makam mereka. Lalu, kita bisa naik lift ke lantai atas dan masuk ke ruangan yang menyimpan koleksi perhiasan emas Nusantara.

Ruangan ini asli bikin ngences hahaha. Berbagai perhiasan emas koleksi raja-raja dan bangsawan zaman dahulu. Mulai dari cincin, kalung, hingga guci terbuat dari emas murni. Wow. Indah sekali. Zaman dahulu pun batuan untuk perhiasan sudah dikenakan para raja dan bangsawan. Nggak hanya manusia masa kini yang pakai batu akik, lho. Hehe.

Selain perhiasan, ada juga koleksi guci yang melengkapi koleksi di ruangan utama. Oh iya, khusus untuk ruangan ini tidak diperbolehkan memotret koleksinya atau membuat video. Ruangannya pun terang-benderang dan sejuk. Masih di dalam bangunan yang sama, di lantai dasar ada ruangan khusus untuk anak-anak berkarya, melukis payung kertas, membatik, mendenganrkan dongeng yang dibawakan kakak-kakak pemandu. Seru sekali.

Oh iya, selain koleksi tetap, di Museum Nasional juga sering diadakan pameran dan eksibisi, jika ingin tahu infonya bisa mengintip website www.museumnasional.or.id. Seperti yang baru saja diadakan di Museum Nasional adalah pameran religi dan kesenian yang diikuti museum dan mesjid besar.

Oh iya, Museum buka setiap hari kecuali Senin. Jam buka mulai pukul 08.00-16.00 di hari Selasa-kamis, dan pukul 08.00-17.00 untuk akhir pekan. Wah, mengasyikkan sekali berkunjung ke Museum Nasional. Kita tak hanya refreshing menyegarkan pikiran tapi juga mendapat ilmu pengetahuan baru. Yuk, berkunjung ke Museum Nasional!

Share this:

  • Email
  • Facebook
  • Google
  • Twitter
  • Print

Related

Filed Under: Heritage

« Soto Mie Bang Mamat Tangerang
Pesiar Rasa di Restaurant HappyDay Jakarta »

About Dewi Rieka

Penulis Anak Kos Dodol

Comments

  1. nunik utami says

    September 27, 2025 at 1:40 pm

    Penting banget nih, ngajak anak-anak ke sini. Biar mereka tahu sejarah Indonesia dan kekayaan budaya yang ada di negeri ini. Jadi, hari Minggu tetap buka, ya? Siiplah!

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributors

  • Salman Faris
  • Donna Imelda
  • Evi Indrawanto
  • Katerina
  • Dewi Rieka
  • Shintaries Nijerinda

Latest Corner

  • Telisik Imlek Blog Competition
  • Tour Bersama Hotel Grand Zuri BSD dan Blogger
  • Jakarta Sight Seeing with Kiddos
  • Masjid 1000 Pintu Tangerang
  • Launching Jakarta Corners Bersama Hotel Grand Zuri BSD

Ads

Categories

Archive

Latest Comments

  • okti on Telisik Imlek Blog Competition
  • Djangkaru Bumi on Tour Bersama Hotel Grand Zuri BSD dan Blogger
  • Menelusuri budaya Tionghoa di Tangerang | TrendingAsia on Pasar Lama Kota Tangerang : Menyatunya Etnis Tionghoa Peranakan dan Warga Tangerang
  • Blog Hijab Dan Tips Fashion Muslimah on Belanja Produk Etnis Indonesia
  • Fashion Muslim Wanita Terbaru on Jakarta Fashion On The Street At EPICdays 2015

Sponsored by

BPMagz BPMagz BPMagz

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Contact

Jakarta - Indonesia
mail : [email protected]

Facebook Page

Facebook Page

Follow Us

Follow @JakartaCorners

Follow Instagram @JakartaCorners

Copyright © 2016 Jakarta Corners · Built on the Genesis
loading Cancel
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.