Traveling itu tak harus jauh dan tak perlu mahal, yang penting ada keinginan untuk melangkahkan kaki keluar rumah. Banyak hal menarik di sudut-sudut kota yang kita tinggali untuk didatangi. Bukan hanya untuk kita yang dewasa, namun juga untuk anak-anak. Mereka perlu dikenalkan lebih dini tentang kotanya. Hal itulah yang kemudian mungkin bisa kita tawarkan pada anak-anak di beberapa kesempatan saat libur pendek atau di akhir pekan.
The Happy Kiddos
Biarkan Mereka yang Menyusun Rencana
Percayalah bahwa mereka akan antusias dengan hal seperti ini. Sudah terbayang oleh mereka keseruan sebuah pengalaman baru tentang Jakarta meski mereka sudah sering mengunjungi beberapa tempat. Biarkan mereka menyusun sendiri itinerary perjalanannya. Hal ini akan memberikan perasaan seru saat mencari informasi obyek yang akan didatangi seolah petualangan sudah mulai bahkan sebelum perjalanan itu dilakukan.
Rencana perjalanan bisa disusun secara tematik atau gabungan. Misalnya; dalam satu kesempatan mengambil tema Kiddos Goes to Museum, di lain hari menggunakan tema Jakarta Culinary, kesempatan berikutnya memiliki tema Heritage Tour, atau bahkan bisa saja mengambil gabungan beberapa tema. Yang penting kita bisa mendampingi agar rencana yang mereka susun sesuai dengan alokasi waktu yang akan kita miliki dan anggaran yang kita sediakan.
Naik Trans Jakarta
Keretanya mana ya…
Gunakan Moda Transportasi Umum
Mengunjungi banyak tempat di Jakarta dengan kendaraan pribadi pasti sudah biasa buat anak-anak. Coba deh ajak mereka menggunakan moda transportasi umum, pasti mereka sangat antusias. Parkir kendaraan anda di stasiun terdekat, lalu cobalah menggunakan Kereta Commuterline dan atau bis Trans Jakarta menuju tempat-tempat yang akan didatangi. Kalau memungkinkan gunakan juga kendaraan khas Jakarta yang sudah langka sekarang yaitu Bemo atau Bajay.
Namun jangan lupa juga perhatikan waktu-waktu yang aman untuk menggunakan kendaraan umum ini. Jangan dilakukan pada saat jam berangkat atau jam pulang kantor di hari kerja, karena kondisi kendaraan umum di Jakarta biasanya sangat padat dan sangat tak ramah buat anak-anak di jam-jam tersebut. Pada akhir pekan juga berangkatlah pagi-pagi dan kembali sore hari sebelum gelap agar bisa nyaman terhindar dari kemacetan lalu lintas.
Melewati lorong bawah tanah dari stasiun menuju halte Trans Jakarta di Jakarta KotaIstirahat sebentar sambil buka bekal
Ajarkan Mereka Mandiri dan Tanggung Jawab
Selain belajar menyusun rencana perjalanan sendiri, anak-anak juga bisa diajarkan untuk mandiri dan bertanggung jawab terhadap keperluan dan barang-barang bawaan selama perjalanan. Ajarkan mereka membuat daftar barang-barang yang harus mereka bawa dan berkemas sendiri, seperti botol minuman, makanan ringan, handuk kecil, uang saku, hand sanitizer, plester luka bahkan obat sakit kepala. Semua dimasukkan ke dalam ransel masing-masing.
Ingatkan mereka untuk menggunakan pakaian yang aman dan nyaman, begitu juga sepatu yang harus mereka gunakan. Saya menyarankan sebaiknya menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan melindungi tubuh dari sengatan matahari dan debu, bahkan bila perlu gunakan topi. Sepatu harus yang nyaman digunakan berjalan, tidak menyebabkan lecet atau luka. Dan ingat, tak perlu menggunakan perhiasan berharga.
Beberapa obyek yang bisa didatangi dalam satu hari
Sepanjang pagi sampai siang, anak-anak bisa diajak mengenal keberagaman agama di Indonesia sekaligus melihat lebih dekat bangunan bersejarah di Jakarta dengan mengunjungi dua rumah ibadah yaitu Masjid Istiqlal untuk dan Gereja Katedral. Letak kedua bangunan ini berseberangan namun tak jauh jaraknya. Untuk menuju kedua tempat ini bisa menggunakan Kereta Commuterline jurusan Jakarta Kota dan turun di Stasiun Juanda. Dilanjutkan dengan berjalan kaki beberapa menit saja untuk sampai di kedua tempat bersejarah ini.
Pemandangan di Istiqlal kala hujan. Traveling mengajarkan anak-anak berempati pada sebayanya
Dari Mesjid Istiqlal dan Gereja Katedral, anak-anak dapat dibawa ke Kawasan Kota Tua dengan kembali menggunakan kereta Commuterline dan turun di stasiun terakhir di Jakarta Kota. Kawasan Kota Tua adalah surga bagi penikmat museum dan heritage. Ada dua museum perbankan yaitu Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia, dan ada juga museum-museum lain yaitu Museum Fatahillah, Museum Wayang dan Museum Tekstil. Itu belum termasuk gedung-gedung tua di sekitarnya yang memiliki gaya bangunan dan arsitektur khas jaman pemerintahan Belanda.
Bangunan bersejarah
Makan siang bisa dilakukan di stasiun –banyak restoran cepat saji di sana— dan setelah makan siang dan istirahat sejenak, anak-anak bisa dapat menuju ke Museum Nasional atau Museum Gajah dengan menggunakan bis TransJakarta dari halte yang letaknya tak jauh dari Stasiun Kota dan turun di halte bis Trans Jakarta Monas. Museum Nasional letaknya persis di seberang halte. Setelah dari Museum Nasional, maka bisa dilanjutkan dengan menuju Monumen Nasional yang letaknya tak jauh dari museum dan bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki.
Perjalanan dilanjutkan dengan menikmati sore hari di Ancol Bay sambil menunggu matahari turun ke peraduannya. Anak-anak pasti akan bergembira menikmati berbagai alat permainan yang disediakan atau sekedar bermain air di pinggiran pantai. Dan seiring bergantinya siang ke malam, maka berakhir juga perjalanan satu hari keliling Jakarta bersama anak-anak. Menyenangkan bukan?
Riang Menikmati Sore di Ancol Bay
Jangan cuma membayangkan keseruannya,yuuk kita ajak anak-anak kita menikmati sudut-sudut Jakarta lebih dekat.
Tak ingin repot? Anda bisa menghubungi Jakarta Corners untuk menyiapkan perjalanan anda dan anak-anak. Happy traveling, D’Jakartans….
Berkeliling Jakarta dengan Busway dan Kereta dan menyambangi museum bikin anak2 liburan plus menambah wawasan, keren 😀