Kata-kata Tionghoa Benteng begitu dikenal sebagai Tionghoa peranakan yang tinggal di wilayah Kota Tangerang. Turun temurun masyarakat Tionghoa yang tinggal di Tangerang, telah menjadikan mereka sebagai bagian dari masyarakat Tangerang itu sendiri. Memiliki ciri fisik yang berbeda yaitu kulit yang sedikit hitam dibandingkan keturunan Tionghoa lainnya, Tionghoa Benteng menjadi begitu mudah dikenali.
Sudah ratusan tahun semenjak armada prajuritnya Laksamana Cheng Ho mendarat di Tangerang dan menjadikan Tangerang sebagai tempat tinggal melalui jalan sungai Cisadane. Sehingga sangat wajar apabila peranakan sudah bercampur dengan warga pribumi. Tidak heran, kulit mereka tidak seputih keturunan lainnya dan memiliki mata sipit yang menjadi ciri khusus.
Salah satu tempat yang masih menjadi aktivitas para peranakan ini adalah di Pasar Lama Kota Tangerang. Hanya berjarak kurang lebih seratus meter dari Stasiun Tangerang, kita dapat menjumpai warga yang berbaur dan berinteraksi satu sama lain. Mulai dari pasar yang menjual barang khas Tionghoa seperti makanan, barang khusus, sampai tempat beribadah di Vihara yang letaknya menjadi satu di sebelah pasar.
Tionghoa Benteng
Awal mula disebut menjadi Tionghoa Benteng adalah karena sebelumnya, Tangerang adalah kota yang dikelilingi oleh benteng besar. Benteng juga menjadi nama lama dari Tangerang. Pada abad ke-15, orang-orang Tionghoa datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane. Kemudian mereka bermukim dan melakukan kegiatan seperti bertani, berdagang, buruh, dan pekerja.
Setelah lama bermukim, banyak dari mereka yang menikah dengan orang pribumi seperti dari Suku Sunda dan Betawi. Sehingga tidak heran, Tionghoa peranakan saat ini memiliki budaya yang berpadu antara Tionghoa, Sunda, Betawi. Mulai dari kesenian, adat istiadat, sampai pakaian. Dan salah satu tempat yang menarik untuk mengamati bagaimana sudah menyatunya Tionghoa benteng peranakan dengan masyarakat setempat adalah di Pasar Lama Kota Tangerang.
Pasar Lama Kota Tangerang, dari Kuliner sampai Ibadah
Sebagai salah satu tempat aktivitas, pasar tentunya menjadi sendi-sendi ekonomi masyarakat yang penting. Begitu juga dengan pasar tradisional ini. Yang menjadikannya unik adalah bagaimana pasar tradisional di Pasar Lama menjadi tempat berkumpulnya Tionghoa Benteng dan masyarakat sekitar. Mereka bercengkrama, berinteraksi satu sama lain, menjadi satu bagian masyarakat yang tidak lagi membedak-bedakan satu sama lain.
Berbagai bahan makanan tersedia di sini. Ikan segar yang diambil langsung dari laut, sayuran dan buah segar, alat-alat dapur tradisional, sampai makanan khas untuk sembayang di Vihara. Semua dapat ditemukan di sini. Selain itu juga ada jajan pasar yang bisa disantap di tempat seperti es liang teh, es cendol, dan berbagai jajan pasar yang populer. Tidak ketinggalan, jika jeli maka akan menemukan Museum Benteng yang letaknya tepat di dalam pasar. Dan sempatkan berkunjung ke Vihara Boen Tek Bio untuk ber-photo dengan peninggalan Tionghoa masa lalu.
Direction :
Commuterline ke Stasiun Tangerang. Jalan sekitar 10 menit menuju Pasar Lama. Saran kunjungan adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.
Follow Twitter/Instagram : @JakartaCorners
cakep bangettt ya pasarnya mba…unik….
salah satu tempat favorit uang aku jelajahi ke manapun kaki melangkah adalah pasar ;). So many things to see .. Dan banyak obyek foto yang seru jugaa.. Udah lama ngg ke Benteng.. Kangen Jakartaaa ;)..
sudah sering denger cerita tentang Tionghoa benteng… baru jelas ngerti setelah baca tulisan diatas…:)