• Culinary
  • Culture
  • Festival
  • Heritage
  • Human Interest
  • Follow us on Twitter

Jakarta Corners

Exploring Jakarta

  • Home
  • Author
    • Salman
    • Evi Indrawanto
    • Katerina
    • Dewi Rieka
    • Shintaries
  • About
  • Contact Page
You are here: Home / Culinary / Hangout di Kota Tua Batavia

Hangout di Kota Tua Batavia

August 3, 2025 by Katerina 8 Comments

Kawasan Kota Tua di Jakarta semakin hari semakin padat dengan pengunjung yang terus berdatangan. Pagi, siang dan malam, kawasan ini ramai oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tidak hanya hari Sabtu dan Minggu, antusiasme pengunjung juga tinggi di hari biasa.

Wisatawan yang datang ke Kota Tua kini tidak lagi sekedar untuk mengunjungi museum-museum bersejarah, melainkan juga untuk bersantai dan nongkrong bersama teman maupun kelompok. Kota Tua memang memikat. Di sinilah tempat yang cool untuk anak muda berkumpul, tempat yang berkelas untuk para eksekutif hangout, tempat yang romantis untuk pasangan suami istri memadu cinta, dan tempat yang asyik buat cuci mata.

Jika datang ke Kota Tua pada Sabtu malam, dijamin akan menemukan suasana yang berbeda. Di Taman Fatahillah biasanya berdiri panggung hiburan dan tenda bazar yang menjual aneka pernak-pernik khas Betawi. Mulai dari boneka Ondel-Ondel, miniatur rumah Betawi sampai aneka DVD dari film sang maestro Betawi, almarhum Benyamin S. Tak ketinggalan aneka jajanan khas Betawi juga dijajakan disini seperti kerak telor, bir pletok, geplak dan juga dodol.

Jalan-jalan dan nongkrong di Kota Tua sudah menjadi sesuatu yang happenings bagi penduduk Jakarta. Saya pun tak mau ketinggalan. Selain bersantai di kafe menikmati makanan dan minuman yang cukup legendaris di Jakarta, saya pun asyik menyusuri sela-sela bangunan kuno untuk melihat semangat berkesenian di trotoar Kota Tua yang ditakdirkan menjadi rumah para pelukis jalanan. Tak lupa merasakan berkeliling kawasan dengan menyewa sepeda onthel ala meneer dan mevrouw Belanda.

Siang hari, suhu udara di kawasan Kota Tua terasa tidak bersahabat. Embusan angin tidak terasa. Namun, hiruk pikuk di seputaran Taman Fatahillah seolah tidak peduli dengan hal itu. Para pedagang kaki lima (PKL) tetap giat menjajakan jualannya, sedangkan para wisatawan tetap asyik berwisata.

Kafe Legendaris
Taman Fatahillah merupakan pusat Kota Tua, tempat di mana wisatawan bisa nongkrong dan berburu makanan dari kelas kaki lima sampai restoran di satu tempat dengan one-stop-eating. Salah satu tempat makan dan hangout paling terkenal di siniadalah Kafe Batavia, kafe yang identik dengan tempat hangout ekspatriat di Jakarta dan sekitarnya. Pernah menjadi satu-satunya restoran paling representative dan recommended terutama bagi wisatawan asing kala mengunjungi Kota Tua (dan masih berlaku sampai sekarang).

Nongkrong di Kafe Batavia sudah tidak lagi jadi ‘orang asing di negeri sendiri’ sebab restoran yang tidak pernah sepi ini menerima banyak tamu lokal. Di akhir pekan banyak meja sudah di-reserved, apalagi yang berada persis di pinggir jendela di lantai dua, the best spot di dalam restoran yang paling diinginkan baik oleh tamu asing maupun lokal.

Kafe Batavia menempati gedung yang dibangun sekitar tahun 1884. Dari fasad gedung hingga ke dalam bentuknya masih dipertahankan. Furnitur kuno memperkuat kesan heritagedan repro foto-foto lawas dari figur publik dunia di lantai dua menciptakan kesan vintage. Suguhan nuansa klasik kafe ini makin lengkap dengan iringan musik tempo dulu.

Konon Kafe Batavia juga terkenal dengan harga menunya yang mahal. Menu yang ditawarkan berupa menu western, chinese food, menu indonesia dan tradisional dengan menu andalan Batavia’s Meat, Seafood Grill, dan Lobster Thermidor. Jadi bagi yang tidak minum alkohol dan tidak mengkonsumsi daging babi bisa memilih bir pletok dingin atau hangat bersama kudapan bapau atau dimsum atau lumpia berisi sayuran.


Tak jauh dari Kafe Batavia terdapat KafeGazebo. Tempatnya agak tersembunyi, tertutup bangunan Kafe Batavia. Meski bentuknya kafe, makanan yang dijual merupakan makanan kaki lima yang sudah melegenda seperti sate, es buah, gado-gado, soto, dan makanan tradisional lainnya. Kafe ini juga menyediakan fasilitas live music, dance floor, biliar, foto studio, toko baju, salon, souvenir shop, dan travel agent. Pernik-pernik yang dijual di souvenir shop lebih banyak mengacu pada Kota Jakarta, seperti ondel-ondel dan Monas.

Di lorong utama, area yang paling sering dijadikan jalan masuk-keluar pengunjung dari seberang Museum Bank Indonesia, tiga kafe kelas menengah menempati gedung-gedung di sana. Ada kafe waralaba Kopi Bangitiam, Kafe Djakarte, dan Historia Food and Bar. Dua kafe terakhir menyediakan meja dan kursi di luar ala fresco. Kafe-kafe di sini menyediakan menu western dan menu Indonesia dengan harga lebih terjangkau. Mulai dari Rp 9 ribuan dan paling mahal masih di bawah Rp 100 ribu.

Kafe lainnya yakni Cafe VOC Galangan, berlokasi di seberangMuseum Bahari. Dibangun tahun 1628, awalnya bangunan tersebut digunakan sebagai bengkel kapal berukuran kecil. Pada 5 Desember 1999, kafe ini dibuka yang menyediakan berbagai macam menu makanan Indonesia seperti sop buntut, ayam syahbandar dan nasi goreng galangan. Yang menarik, interior kafe ini masih asli dan tidak banyak berubah sejak dahulu.

Fasilitas WiFi gratis bisa didapatkan di semua restoran dan kafe di Taman Fatahillah. Itu sebabnya kafe-kafe di sini selalu ramai terutama oleh generasi muda dan beberapa diantaranya terlihat wisatawan asing ikut nimbrung menikmati hidangan dan suasananya.

Wisata kuliner juga bisa dinikmati di luar kafe, yakni di pedagang kaki lima (PKL). PKLyang menjajakan makanan dan minuman paling banyak di kawasan Taman Fatahillah. Para penjual pecel, mi goreng, soto, sate, bakso, berdampingan dengan penjaja kuliner betawi kerak telor dan es selendang mayang. Setiap penjual rata-rata menyiapkan tiga sampai empat bangku kecil plastik di depan pikulan atau bakul bagi pembeli yang ingin makan di tempat.

Selain itu, di gerobak-gerobak ada penjaja gorengan, rujak ulek, buah dingin, minuman ringan dan lain-lain. Soal harga, sudah pasti murah. PKL di kawasan Kota Tua cukup tertib. Saya melihat mereka mempersiapkan sendiri kantong plastik hitam sebagai tempat sampah.Menurut salah seorang PKL, membuang sampah sembarangan di kawasan ini akan didenda Rp 500 ribu.

Kota Tua Jakarta yang dulunya bernama Batavia Lama (Oud Batavia) adalah sebuah wilayah kecil di tepi timur Sungai Ciliwung. Abad ke-16 para pelayar dan pedagang Eropa menjuluki tempat ini sebagai “Mutiara dari Timur” dan “Ratu dari Timur” dimana dikaitkan keindahan kota ini yang mirip seperti Amsterdam dan juga sebagai pusat perdagangan di Benua Asia.

Suasana klasik membungkus bangunan kawasan ini. Langit-langit yang anggun. Tata ruang yang asri. Udara masa silam masih harum terasa. Meski telah beberapa kali dipugar, desain asli bangunan tetap dipertahankan. Itu sebabnya kawasan ini sangat digemari fotografer yang ingin melatari fotonya dengan arsitektur bangunan tempo dulu.

Pusat wisata Kota Tua Jakarta berada tak jauh dari Stasiun Jakarta Kota. Cukup dengan berjalan kaki dari stasiun akan sampai di Kota Tua.Untuk sampai ke Kota Tua juga bisa memanfaatkan bus TransJakarta dengan jurusan Kota atau dengan menumpang kereta menuju stasiun Kota.

Jika sedang berada di Jakarta, maka sempatkanlah untuk berkunjung ke kawasan Kota Tua ini. Terutama di akhir pekannya. Rasakan bersantai di tengah nuansa tempo dulu dalam balutan kemeriahan masa kini.

Share this:

  • Email
  • Facebook
  • Google
  • Twitter
  • Print

Related

Filed Under: Culinary, Heritage

« Museum Di Tengah Kebun Kemang Jakarta
Popcon Asia 2015 Kembali di Gelar »

About Katerina

Someone who loves traveling and blogging

Facebook | Twitter | Blog

Comments

  1. Evi says

    August 4, 2025 at 4:16 am

    Karena lokasi kota tua tepat di jantung Batavia, kalau di sini kita juga bisa sekalian menengok gedung-gedung peninggalan lama ya, Kak 🙂

    Reply
  2. Wida Zee says

    August 4, 2025 at 8:49 am

    Banyak sekali tempat-tempat di jakarta yang belum saya kunjungi, ahhh pengen ke jakarta lagi :G

    Reply
    • katerina says

      September 18, 2025 at 9:56 am

      Ayo keliling Jakarta mampir ke Kota Tua 🙂

      Reply
  3. cumilebay.com says

    August 4, 2025 at 11:05 am

    Udah lama banget ngak mampir ke kota tua, rasa nya merindu nongkrong2 kece di warung2 nya hahaha

    Reply
  4. Muhammad Akbar says

    August 5, 2025 at 5:55 am

    Kota tua mengingatkan saya dengan sepedaan keliling kota tua setelah itu makan mie ayam di salah satu gedung tua yang disulap menjadi rumah makan.

    Reply
  5. Hanna Ridha says

    August 6, 2025 at 6:37 am

    Wah seru sekali! Ingin rasanya melihat sudut-sudut kota di Indonesia secara seksama😤😤 😀

    Reply
  6. Frenky says

    August 21, 2025 at 11:38 pm

    Jangan datang ke sini pas libur lebaran, rame nya luar biasaaaa nampol hahaha… kerak telor is a must when first time visited this place 🙂

    Reply
  7. bersapedahan says

    October 28, 2025 at 3:13 pm

    saya seneng jalan2 ke kota tua …. suasana vintage-nya kerenn
    museum2-nya ada beberapa dan berdekatan …
    sekarang lebih bersih dan ada pilihan untuk ngafe2-nya ..
    semoga semakin bersih dan teratur

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contributors

  • Salman Faris
  • Donna Imelda
  • Evi Indrawanto
  • Katerina
  • Dewi Rieka
  • Shintaries Nijerinda

Latest Corner

  • Telisik Imlek Blog Competition
  • Tour Bersama Hotel Grand Zuri BSD dan Blogger
  • Jakarta Sight Seeing with Kiddos
  • Masjid 1000 Pintu Tangerang
  • Launching Jakarta Corners Bersama Hotel Grand Zuri BSD

Ads

Categories

Archive

Latest Comments

  • Menelusuri budaya Tionghoa di Tangerang - Portal Berita Resmi Ligacapsa on Pasar Lama Kota Tangerang : Menyatunya Etnis Tionghoa Peranakan dan Warga Tangerang
  • okti on Telisik Imlek Blog Competition
  • Djangkaru Bumi on Tour Bersama Hotel Grand Zuri BSD dan Blogger
  • Menelusuri budaya Tionghoa di Tangerang | TrendingAsia on Pasar Lama Kota Tangerang : Menyatunya Etnis Tionghoa Peranakan dan Warga Tangerang
  • Blog Hijab Dan Tips Fashion Muslimah on Belanja Produk Etnis Indonesia

Sponsored by

BPMagz BPMagz BPMagz

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Contact

Jakarta - Indonesia
mail : [email protected]

Facebook Page

Facebook Page

Follow Us

Follow @JakartaCorners

Follow Instagram @JakartaCorners

Copyright © 2016 Jakarta Corners · Built on the Genesis
loading Cancel
Post was not sent - check your email addresses!
Email check failed, please try again
Sorry, your blog cannot share posts by email.